Eps.15

979 Words
di lain tempat, tepatnya di depan kamar Alea adik Alexander terlihat Anastasya mengangkat tangannya untuk mengetok pindu kamar Alea "tokk,, tokk, Alea ini kakak ipar bolehkah aku masuk?" tanya Tasya pada pemilik kamar. "kakak ipar, masuklah. dimana kak Alex kenapa kakak sendiri?" Alea baru saja menyuruh kakak iparnya masuk sudah di cecer dengan beberapa pertanyaan dan hanya di anggapi senyum oleh Anastasya "Alex sedang bersama mom dan juga daddy, apa kakak boleh di sini bersamamu? kakak sangat bosan di bawah" "apa kakak bahagia bersama kak Alex? apa ulat bulu itu masih sering mengganggu kakaku" tanya Alea dengan tidak sabaran "menurutmu apa kaka bisa bertahan? kakak hanya tidak sanggup bersaing dengan Bella dia selain cantik juga cinta pertama Alex" Anastasya merasa dirinya tidak sebanding dengan Bella "kaka ipar tidak usah sedih semua sudah si atur sekarang kaka hanya perlu sabar. oke" sambil keduanya tersenyum setelah curhat satu sama lain mereka berdua turun ke lantai satu disana masih sama 3 orang yang tadinya ngobrol bersama masih setia di ruang TV enatah apa yang mereka bicarakan sampai tidak ada yang mau berpindah tempat. "kaka! kenapa tidak mengajak kakak ipar berbulan madu. kalau mau aku punya tempat terbaik loh" ucap Alea sambil tertawa "anak kecil jangan sok-sok an ngomongin bulan madu" jawab Alex pada adiknya "issstt,, kakak" sambil mengkrucutkan bibirnya yang manis "Mom, dad aku dan Tasya akan pulang. sudah jam 10 malam kasian Tasya pulang larut nanti" kata Alex yang sok perhatian di depan orangtuanya. "apa kalian tidak ingin menginap" tanya Jems sang daddy "no, dad besok weekand aku dan Tasya ingin bertamasya ke Pantai" ucap Alex, yang sangat pandai berbohong "baiklah hati-hati di jalan, jaga menantuku Alex" ucap Lauren sang ibu mertua "Tasya dan Alex pamit dulu ya mom, dad" Tasya berpamitan pada kedua mertuanya. "hati-hati ya sayang" ucap mereka bersamaan". "bye kak" Alea Alex dan Tasya sudah masuk ke dalam mobil, di antara keduanya Alex lah yang paling bersemangat saat pulang, karena dia takut jika menginap otomatis dia dan Tasya akan tidur satu ranjang dan dia tidak ingin hal itu terjadi. di tengah perjalanan tiba-tiba handphone Alex berbunyi menandakan bahwa ada orang yang menghubunginya. kring,,,kring.. "Bella! Hay haney" menjawab panggilan telpon itu dengan sangat lembut bahkan Anastasya belum bernah melihat Alex sebelembut itu terhadapnya sebagai istri sah. sedangkan di seberang telephone terdengar suara seperti orang menangi "hiks,,hikss,, Alex aku masuk rumah sakit lagi, sekarang aku sendiri tidak ada yang menemani aku di rumah sakit. aku takut Alex" ucap Bella sambil terseduh seduh. "baiklah tunggu, aku akan segera kesana sekarang. Kahkan sekarang Anastasya bisa melihat betapa khawatirnya Alex saat mendengar bahwa Bella sakit dan tidak ada yang menemani "seandainya aku sakit dan tidak ada yang menemani apakah kamu juga akann sekhawatir ini Alex?" Anastasya bermolog pada dirinya sendiri dan bahkan dia tidak sadar Alex sedang berbicara dengannya. "Tasya... hey,,, Anastasya Carf! " berteriak sangat keras karena yang di ajak bicara hanya diam dengan tatapan kosong terhadapnya. "ha,, aa,,,a Alex ada apa?". "kenapa kamu melamun, turun! aku akan ke rumah sakit sekarang" ucap Alex dengan tidak berperasaan bahkan dia tega ingin menurunkan sang istri di tengah jalan yang begitu sepi bahkan sekarang jam sudah menunjukan pukul 10:30. "Alex apa kamu serius? ini sudah larut dan aku takut menunggu taxi sendirian di sendini" ucap Tasya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, dia sangat takut sekarang bisakah Alex mengantarnya terlebih dahulu sebelum ke rumah sakit. Anastasya sangat berharap sekarang. "aku tidak peduli! turun kalau tidak aku yang menyeretmu keluar! dengan sangat dingin memberi peringatan pada sang istri, bukan istri lebih tepatnya pelayan karena kalau istri tidak mungkin di perlakukan dengan sangat kejam seperti sekarang. karena Anastasya tidak segera turun Alex langsung keluar menuju pintu mobil sebelah dan menarik Anastasya keluar "Alex, aku takut! hiks,, Alex jangan tingggalkan aku disini di sini sangat gelap" namun tetap saja tidak di dengar oleh nya dan tanpa menoleh Alex segera masuk kembali ke dalam mobil dan mulai menjalankannya. sambil berlari memegang kaca mobil Tasya "Alex aku takut", lagi kata--kata itu yang keluar dari mulutnya dia sangat takut sampai dia tidak malu mengejar-ngejar mobil mewah di depannya. sedangkan di dalam mobil Alex hanya melihatnya dari kaca spion mobil, sebenarnya ada rasa kasian namun karena sang kekasi lebih penting dia bahkan tidak mempedulikannya sekarang. sambil menagis Anastasya memanggil taxi online, sambil duduk di atas trotoar dia menangis tanpa berhenti "mama Taasya takut ma, aku gak bisa bigini terus kenapa mama dan papa pergi ninggalin Tasya, sekarang bahkan Tasya gak bisa apa-apa" menangis sambil menenggadahkan wajahnya ke langit, berharap sang mama bisa mendengarkan keluhannya saat ini. di tengah isakkan tangisnya Taxi pesanan nya tiba dan segera dia masuk ke dalam Taxi itu, "neng kenapa menangis, dan kenapa menunggu di tempat yang sangat gelap?" tanya sang supir Taxi dengan ibah pada Tasya, dan dia hanya menjawab "suamiku ada urusan mendadak jadi aku harus menunggu sebentar" sambil tersenyum pada supir Taxi. dan mereka segera berangkat ke lokasi yang sudah tertera dalam aplikasi. sedangkan di lain tempat, seorang priia baru saja tiba di rumah sakit XXX yang berada di wilayah Canggu diman Bella di rawat, setelah memarkir mobil dia menelpon sang asisten sekaligus teman nya Felix "Felix belikan makanan sehat untuk Bella dan aku, antar di rumah sakit XXX" ucapnya pada Felix dan tanpa menunggu jawaban dia dengan sepihak mematikan telephone. "apa dia pikir aku ini predator makanan seenaknya dia mematikan telephone sepihak" Felix marah namun tetap melakukan perintah teman sekkaligus bos baginya itu. "haney, maafkan aku baru datang" dengan sangat gelisa ketika melihat sang kekasi terpasang infus "sayang aku takut" dengan sangat manja menangis dalam pelukan sang pria "jangan takut sekarang ada aku disini, dan sebentar lagi Felix akan membawakan kita makan malam. kamu belum makan kan?" tanya Alex dengan sangat lembut dan Bella hanya menjawab dengan sebuah anggukan kepala. Bersambung...... hallo sahabat novel setia. jangan lupa mampir dan baca novel ku ya. dukung saya dengan cara like, shere, komen dan jangan lupa follow
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD