Mobil masuk ke basement apartemen dengan tenang. Gavin masih belum mau ngelepas pelukannya dari Vero. Begitu pintu lift tertutup, Vero akhirnya buka suara. "Om Gavin, lepasin. Aku bisa jalan sendiri," kata Vero sambil mencoba melepaskan tangan Gavin yang melingkar di pinggangnya. Gavin malah makin erat meluknya. "Nggak. Kamu masih gemeteran, Ver. Saya tahu kamu takut." "Aku nggak takut! Aku cuma capek, ngerti nggak?" Vero natap Gavin tajem. "Capek karena saya? Atau karena kejadian tadi?" Gavin nanya balik, tatapannya lemes banget, beda banget sama Gavin yang tadi garang di gudang. Vero diem bentar. "Dua-duanya. Aku capek harus lari dari orang-orang kayak gitu, dan aku capek karena harus selalu bergantung sama Om." Gavin diem, dia benerin anak rambut Vero yang berantakan. "Kamu ngga

