Suasana siang di lantai 15 di perusahaan Lorenso bener-bener lagi sibuk-sibuknya. Vero baru aja menyelesaikan babak akhir kampanye digital untuk proyek resort anyar. Tapi, ketenangan kerja yang baru ia nikmati beberapa jam itu langsung ambyar begitu Mbak Rika berjalan tergesa-gesa ke arah kubikelnya dengan wajah panik. "Vero, aduh ... maaf banget, ya. Kamu dipanggil lagi sama Pak Gavin ke lantai lima puluh," bisik Mbak Rika dengan suara rendah, seolah takut staf lain dengar. "Katanya ada beberapa bagian di copywriting kamu yang dianggap gak sesuai sama visi utama beliau. Kamu bawa langsung laptop atau berkas cetaknya ke atas ya." Vero menghela napas panjang, bener-bener menahan diri supaya gak mendengus jengkel di depan supervisor-nya. Jemarinya mencengkram pinggiran meja kerja dengan

