"Sayang, gilirannya sekarang adil dong. Masa aku dari tadi malam udah nurutin semua ngidam kamu yang ajaib itu, dari mangga muda bergetah sampai mau disuruh cari durian montong jam dua pagi, tapi jatah buat aku malah diskip?" protes Gavin manja sambil memeluk pinggang Vero erat-erat di atas ranjang. Vero terkekeh pelan, menyandarkan dagunya di d**a bidang suaminya sambil memainkan kancing piyama Gavin. "Ih, siapa yang ngiskip? Kan semalam kita udah puas banget pelukan dan bermesraan, Om." "Itu kan pelukan biasa, Sayang. Beda cerita sama hak eksklusif aku sebagai suami yang dari kemarin udah sabar banget ngadepin hormon ibu hamil," desis Gavin lembut, sebelah tangannya mulai menyelusup mengusap pinggang istrinya dengan penuh kehangatan. "Kamu ini ya, nggak ada capek-capeknya kalau udah u

