Bab 56 🍒

1715 Words

Di sebuah kafe kelas atas yang jauh dari jangkauan keramaian pusat bisnis, Diana duduk gelisah sambil mengaduk latte-nya berlebihan. Marco duduk di depannya, tampak bosan dengan kelakuan sahabatnya yang sejak pertemuan terakhir terus-terusan membahas Vero. "Lo bisa nggak sih berhenti mikirin Vero?" tanya Marco ketus. "Dia udah bahagia, Di. Kenapa lo harus repot banget?" Diana mendengus, matanya menatap tajam ke arah Marco. "Bahagia? Bahagia dari mana? Lo lihat kan mobil yang jemput dia kemarin? Itu Rolls-Royce, Ko! Rolls-Royce! Mana mungkin anak magang bisa dapet akses ke mobil kayak gitu kalau nggak ada sesuatu." Marco memijat pelipisnya. "Dunia ini luas, Di. Mungkin dia emang dapet keberuntungan. Udahlah, fokus ke bisnis lo sendiri aja." "Gue nggak bisa tenang," ujar Diana mendekatk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD