Bab 69 🍒

1960 Words

Vero natap rumah gedongan di depannya dengan tatapan nanar. Rumah itu masih sama, pilar-pilarnya megah, catnya putih bersih, tapi buat Vero, rumah ini lebih mirip penjara daripada tempat pulang. Udara Surabaya yang panas menyengat kulitnya, tapi nggak sepanas amarah yang masih membara di dadanya. Vero baru aja turun dari taksi, dengan koper yang dia tarik sendiri tanpa bantuan siapa pun. "Lo beneran yakin mau masuk ke sana sendiri, Ver?" tanya Umi lewat telepon yang masih tersambung di telinganya. "Gue nggak punya pilihan, Mi. Kakek bener-bener kritis. Gue harus liat dia sebelum ... ya, lo tau lah," jawab Vero singkat sambil benerin posisi kacamata hitamnya. "Hati-hati ya. Jangan sampe lo kebawa emosi sama ibu tiri dan kakak tiri lo itu. Inget, lo udah bukan anak bawang lagi yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD