"Nyonya Vero, ini piring ketiga risol mayo-nya... beneran masih mau ditambah lagi sama dimsum udang?" tanya Bi Minah ragu-ragu sambil memegang piring hangat di atas meja makan ruang keluarga. Vero mengangguk mantap tanpa ragu, menyapu sisa saus di sudut bibirnya dengan tisu. "Tambah dong, Bi Minah! Selagi hangat gini kan enak banget. Lagian tadi Mbak Astri bikin dimsumnya harum banget, bikin makin lapar!" Bi Minah menatap nyonya mudanya dengan perpaduan rasa kagum sekaligus heran. "Aduh, Nyonya... Bibi seneng banget lihat Nyonya nafsu makan begini, kelihatan segar dan makin berisi. Tapi... ini sudah mau masuk bulan kedua Tuan hilang tanpa kabar sama sekali, sinyal atau jejak rahasia pun nihil. Nyonya beneran bisa tenang begini?" Vero menghentikan suapannya sejenak, menatap Bi Minah de

