Bab 67 🍒

1709 Words

Pagi itu, apartemen Sudirman terasa seperti kutub utara. Hawa dingin bukan datang dari pendingin ruangan, melainkan dari tatapan Vero yang bener-bener tajam setiap kali dia ngelewatin Gavin. Gavin lagi berdiri di meja makan, sibuk nyiapin kopi dan roti panggang yang bener-bener nggak disentuh sama sekali oleh Vero. Selama ini, Gavin tidak pernah menyentuh pekerjaan apa pun di dapur, tapi demi Vero apa pun akan ia lakukan. "Sarapannya udah siap, Ver. Dimakan ya, biar kamu nggak drop," kata Gavin pelan, suaranya bener-bener kedengeran kayak orang yang udah nggak punya harga diri lagi. Vero yang lagi sibuk ngerapihin tas kerjanya bahkan nggak nengok ke arah Gavin. "Aku udah bilang, aku nggak laper. Bisa nggak sih Om berhenti ngatur-ngatur aku?" Gavin ngehela napas panjang, pundaknya keli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD