Bab 101 🍒

1163 Words

"Gavin, kamu sudah bangun? Jam berapa sekarang?" Vero mengerjapkan mata, mendapati sinar matahari sudah menyusup dari balik tirai. Ia merasa perutnya sedikit lapar, tapi bukan lapar biasa. Gavin yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya segera mendekat, wajahnya penuh kekhawatiran yang tampak lucu di mata Vero. "Baru jam tujuh, sayang. Kamu butuh sesuatu? Kamu merasa sakit lagi? Perutmu tidak keram, kan?" "Bukan sakit, Gavin. Tapi... aku ingin makan buah mangga muda yang dicocol sambal terasi buatan bi Minah," ujar Vero menatap suaminya dengan tatapan memelas. "Dan, aku ingin mangganya harus yang diambil dari pohon langsung, yang kulitnya masih bergetah." Gavin terdiam sejenak, alisnya bertaut. "Mangga muda? Di tengah salju pegunungan Alpen seperti ini? Vero,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD