"Fira, simpan aktingmu!" bentak Gavin dengan suara dingin yang mencengangkan, menatap tajam ke arah sekretarisnya yang berdiri di dekat meja kerja. "Sekarang, jelaskan padaku... apa hubunganmu dengan sekelompok orang yang menghentikan paksa pembangunan klinik kita di Surabaya pagi ini?" Fira perlahan menurunkan tablet di tangannya, namun alih-alih menunjukkan ekspresi panik atau ketakutan seperti yang dibayangkan, sudut bibirnya justru terangkat membentuk sebuah senyuman tipis yang sinis. "Wah, berita dari Surabaya ternyata sampai dengan sangat cepat ke tempat dingin ini. Bapak dan Ibu sepertinya tidak membuang waktu untuk mencari kambing hitam." Vero melangkah maju satu langkah, menatap wanita di depannya dengan sorot mata yang penuh selidik dan ketegasan. "Kambing hitam, kamu bilang?

