"Gavin... pesan dari siapa itu? Apa yang terjadi lagi?" tanya Vero dengan suara bergetar, jemarinya mencengkeram lengan suaminya saat melihat warna wajah Gavin mendadak pias seperti tak berdarah. Gavin menelan ludahnya yang terasa sangat kelat, matanya terpaku pada layar ponsel yang menyala terang di hadapan mereka berdua. "Sayang ... mereka bukan hanya menyita lahan klinik di Surabaya. Foto ini... lihat ini." Vero memicingkan matanya, membaca rentetan kalimat ancaman di bawah foto udara tersebut yang dikirimkan langsung dari nomor anonim sindikat Mr. Tan. "Ya Tuhan... mereka bilang seluruh aset pribadi perusahaan lama kita di Jakarta juga ikut dibekukan atas tuduhan Tindak Pidana Pencucian Uang? Bagaimana bisa?!" "Karena Fira... Fira memiliki akses penuh ke brankas digital lama saat

