"Ver, lihat ke arah sana! Cahaya aurora itu muncul lebih awal tahun ini," suara Gavin terdengar sarat dengan ketakjuban, suaranya membelah kesunyian malam pegunungan yang menusuk tulang. Vero menunjuk ke langit utara yang perlahan dihiasi sapuan warna hijau zamrud dan ungu yang menari-nari dengan megahnya. Vero keluar ke teras, merapatkan mantel tebalnya, namun dinginnya udara seolah menguap saat matanya menangkap fenomena alam tersebut. "Astaga, Gavin ... itu beneran cantik banget. Aku merasa seperti sedang berada di dalam dongeng yang aku tulis sendiri." "Bukankah hidup kita sekarang memang sudah seperti dongeng?" Gavin merangkul bahu Vero dari belakang, memberikan kehangatan yang beda dengan suhu di luar. "Tanpa naga jahat seperti Astrid, tanpa drama keluarga yang mencekik, hanya

