Bab 81 🍒

1414 Words

"Jadi, ini benar-benar tempatnya? Tidak ada suara klakson, tidak ada orang yang mencoba membunuh kita, dan ... tidak ada lagi Astrid?" Vero berdiri di ambang pintu rumah kayu bergaya chalet yang menghadap langsung ke pegunungan Alpen yang diselimuti salju abadi. Ia menghirup udara dingin yang menusuk paru-parunya dengan perasaan lega yang luar biasa. Gavin berdiri di belakangnya, melingkarkan lengan di pinggang Vero dan menyandarkan dagunya di bahu sang istri. "Hanya ada kita, salju, dan mungkin sedikit suara kambing gunung kalau kamu beruntung. Selamat datang di rumah baru kita, Ver." Vero membalikkan badan, menangkup wajah Gavin dengan kedua tangannya. "Aku masih tidak percaya kita berhasil. Setelah semua kekacauan di Jakarta, kita benar-benar di sini. Kamu benar-benar menepati janjimu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD