"Vero, apa kamu pernah membayangkan kalau hidup kita bakal sesepi ini tapi sekaligus sebahagia ini?" tanya Gavin sambil menatap hamparan salju yang berkilauan di luar jendela chalet. Vero, yang duduk di sofa sambil memangku sebuah buku catatan, tersenyum kecil sebelum menjawab, "Jujur, enggak. Dulu aku cuma pengen hidup tenang tanpa dikejar-kejar masalah. Sekarang, dapet ketenangan ini bareng kamu malah terasa kayak mimpi." Keheningan yang menyelimuti chalet di pegunungan Alpen itu bukanlah kesepian, melainkan sebuah bentuk kedamaian yang selama bertahun-tahun diimpikan oleh keduanya. Setelah badai yang mengoyak keluarga di Surabaya dan ancaman bertubi-tubi dari Astrid di Jakarta, mereka kini benar-benar terisolasi dari hiruk-pikuk yang pernah nyaris menghancurkan kewarasan mereka. Di

