"Sayang, malam ini suasananya lagi tenang banget, dan kebetulan aku lagi pengen manja-manjaan sama kamu," bisik Gavin lembut sambil memeluk pinggang istrinya dari belakang saat mereka bersiap hendak tidur di kamar utama. Vero menoleh perlahan, tersenyum simpul sambil melepaskan pelukan suaminya dengan lembut. "Manja-manjaan boleh, Om, tapi untuk urusan 'jatah' malam ini kayaknya kamu harus puasa dulu, deh." Gavin mengernyitkan dahi, menatap istrinya dengan sorot mata penasaran bercampur sedikit rasa kecewa. "Loh, emangnya kenapa, Sayang? Padahal aku udah sabar banget nungguin dari kemarin-kemarin loh." "Bukannya aku nggak mau, Om Sayang. Tapi kamu ingat kan beberapa hari lalu perut aku sempat kram parah gara-gara kecapekan dan stres? Kata dokter, kondisi kandunganku masih harus benar-

