Bab 31 🍒

1017 Words

Malam kembali menyelimuti Jakarta dengan sisa-sisa hawa mendung yang pekat. Di dalam penthouse lantai paling atas, jam digital di dinding ruang tengah sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Vero baru saja mengeringkan rambutnya di depan cermin, hanya mengenakan kemeja satin tipis berwarna putih tulang dengan potongan longgar yang mengekspos sebagian besar paha mulusnya. Vero melangkah keluar menuju ruang tengah untuk mengambil segelas air putih. Tubuhnya terasa pegal setelah seharian berkutat dengan kampanye kreatif di kantor, namun pikirannya jauh lebih rileks dibandingkan saat ia terus-menerus dikurung tanpa aktivitas. Kehadiran rutinitas kantor bener-bener menjadi tameng bagi Vero untuk membangun jarak emosional yang kokoh. Langkah kaki Vero terhenti saat melihat sosok Gavin yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD