Pukul dua siang, suasana di lantai 50 Menara Lorenso bener-bener hening dan sunyi, kontras dengan kesibukan lantai-lantai di bawahnya. Sebagai anak magang divisi kreatif, Vero sebenarnya gak punya urusan untuk naik ke lantai eksekutif ini. Namun, sebuah instruksi mendadak dari sekretaris utama Gavin memaksa Vero untuk mengantarkan berkas draf fisik kampanye resor yang sudah direvisi secara mandiri tadi pagi. Vero melangkah keluar dari lift dengan pakaian yang bener-bener tertutup rapat. Sweater rajut kerah tinggi berwarna krem longgar sengaja dipilih untuk menyembunyikan setiap jengkal memar keunguan dan tanda kepemilikan gila dari Gavin yang masih terasa perih berdenyut di sepanjang leher dan dadanya. Langkah kakinya bener-bener santai, wajah cantiknya tetap lempeng, datar, dan luar

