Sore itu, hujan deras mengguyur kawasan Sudirman, membungkus Lorenso Holdings dalam kabut tipis dan gemuruh air yang tak kunjung reda. Di lantai 15, Vero masih duduk di depan kubikelnya, menyelesaikan beberapa draf alternatif untuk peluncuran digital resor baru. Jari-jarinya menari di atas keyboard dengan ritme yang konstan, bener-bener mengabaikan rasa pegal di bahunya serta sisa denyut gairah terlarang yang sempat membakar tubuhnya di lantai 50 beberapa jam lalu. Sesuai dengan ancaman yang ia berikan pada Gavin siang tadi, ponselnya sengaja tetap dimatikan. Vero bener-bener gak mau memberikan celah sedikitpun bagi sang CEO untuk mengirimkan pesan memelas atau teks posesif yang cuma bikin ia makin muak. "Vero, lo gak balik? Udah jam setengah enam lewat nih, anak-anak marketing yang

