Bab 51 🍒

1209 Words

Satu minggu telah berlalu sejak keberangkatan Gavin ke London. Bagi Veronika, tujuh hari pertama bener-bener terasa seperti hembusan napas lega yang panjang. Tak ada lagi cengkeraman jepitan baja yang mengunci pergelangan tangannya, tidak ada lagi hantaman brutal di atas sofa kantor yang menyengat rongga rahimnya, dan tidak ada lagi suara bariton serak yang terus-menerus mengemis cinta serta kepatuhan mutlak darinya. Raganya bener-bener bebas, memar keunguan di lehernya pun perlahan memudar sepenuhnya. Namun, memasuki malam kedelapan, keheningan di dalam penthouse Sudirman yang superluas itu bener-bener mulai terasa berbeda. Vero duduk sendirian di tepi ranjang king size yang biasanya menjadi medan pertempuran birahi mereka. Kamar utama itu bener-bener terasa terlalu lapang, dingin,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD