"Bi Minah... ini beneran udah jam dua belas malam, kan? Kok... kok Om Gavin sama Mas Reno belum ada kabar sama sekali sih?" bisik Vero dengan suara bergetar, matanya menatap hampa layar ponselnya yang gelap di atas meja makan. Bi Minah yang berdiri di sampingnya menyodorkan segelas air hangat dengan wajah tak kalah cemas. "Coba dihubungi lagi nomor Tuan atau Mas Reno, Nya... siapa tahu pesawatnya baru mendarat di bandara." "Udah, Bi! Udah puluhan kali aku telepon, tapi dua-duanya nomornya enggak aktif sama sekali!" jawab Vero dengan napas memburu, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Tadi … Mas Reno bilang penerbangannya jam delapan malam dan paling lambat jam sepuluh sudah sampai rumah. Ini sudah lewat dua jam, Bi!" "Aduh, panggil Mas Doni saja ke sini, Nya! Mas Doni kan ketu

