Matahari sore bener-bener telah tenggelam sempurna di balik deretan gedung pencakar langit Senopati, menyisakan semburat jingga keunguan yang perlahan meredup digantikan lampu-lampu jalanan Jakarta. Di dalam kafe, suasana kumpul bertiga itu bener-bener terasa kian hambar. Diana gak berhenti melempar sindiran halus yang sarat akan rasa iri, sementara Marco berulang kali menghembuskan napas jengkel, mencoba menahan diri agar gak menyemprot tabiat buruk sahabat perempuannya itu. Vero sendiri bener-bener gak terusik, ia melirik jam tangan perak kecil di pergelangan tangannya, sebuah benda mewah yang bener-bener dipaksakan Gavin untuk dipakainya tadi pagi. Pukul enam tepat. Sisi lempeng dan abai di dalam dirinya membuat Vero langsung bergerak merapikan tas kainnya tanpa beban. "Gue cabut d

