Bab 42 🍒

1421 Words

Pagi itu, suasana di kantor divisi kreatif lantai 15 terasa bener-bener gak nyaman buat Vero. Luka memar keunguan di bahu dan pergelangan tangannya akibat tindakan kasar Gavin semalam terpaksa ia sembunyikan rapat-rapat di balik sweter rajut kerah tinggi berwarna hitam longgar. Bibirnya yang agak pecah dan terluka di sudutnya ia samarkan dengan pulasan lipstik yang sedikit lebih tebal. Wajah Vero bener-bener tetap lempeng, datar, dan cuek bebek seperti biasanya saat dia melangkah masuk ke kubikel kerja. Rasa perih secara fisik di tubuhnya bener-bener gak sebanding dengan benteng es masa bodoh yang dia bangun di dalam kepalanya. Vero bener-bener memilih untuk mengubur kegilaan Gavin semalam jauh dan dalam, mengabaikan fakta bahwa pria matang itu tadi pagi sempat berlutut lagi di tepi r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD