"Om, jujur sama aku... akhir-akhir ini kamu ngerasa nggak sih kalau aku makin gendut dan nggak secantik dulu pas awal kenal?" tanya Vero tiba-tiba dengan suara pelan sambil menatap bayangannya sendiri di cermin kamar mandi, jemarinya mengusap perut buncitnya dengan tatapan senduh. Gavin yang baru saja hendak melangkah keluar kamar mandi langsung menghentikan langkahnya, lalu menghampiri istrinya dan merengkuh bahu Vero dari belakang. "Hei, ngomong apa sih, Sayang? Kamu itu justru kelihatan jauh lebih cantik dan bersinar dengan aura kehamilan ini. Kenapa tiba-tiba ngomong begitu?" geleng Gavin. "Bohong... tadi siang waktu kita dateng ke acara peresmian galeri amal yayasan, aku denger sendiri beberapa sosialita di belakangku bisik-bisik," keluh Vero dengan mata berkaca-kaca, pertahanan em

