Sisa-sisa peluh dari pergulatan di atas ranjang belum bener-bener kering dari permukaan kulit mereka. Keheningan malam kembali merayap di dalam penthouse mewah itu, namun hawa panas birahi yang terlanjur tersulut di dalam d**a Gavin bener-bener gak bisa padam begitu aja. Obsesi pria matang itu kian meronta setelah mencicipi kembali rasa pasrah dari raga wanitanya. Vero perlahan turun dari kasur dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun. Langkah kakinya yang jenjang bergerak santai menembus remang ruang tengah menuju ke area dapur bersih. Tenggorokannya bener-bener terasa kering dan terbakar setelah terus-menerus mendesahkan nama Gavin sepanjang malam. Rambut panjangnya yang acak-acakan dibiarkan tergerai pasrah membingkai punggung mulusnya yang kini dipenuhi bercak kemerahan baru.

