Malam semakin larut, di dalam penthouse mewah Sudirman, membungkus ketegangan yang belum juga usai antara sang penguasa bisnis dan gadis yang dikurungnya. Di dalam kamar utama yang remang, suasana terasa begitu pekat dan berat. Gavin masih dilingkupi rasa bersalah yang teramat sangat setelah melihat memar di tubuh Vero, namun di sisi lain, gairah posesif dan obsesi gilanya untuk memiliki raga gadis itu kembali bergejolak tanpa bisa dibendung. Gavin melangkah mendekati ranjang king size, tempat Vero duduk bersandar dengan tatapan mata bulatnya yang bener-bener lempeng dan cuek. Pria matang itu berlutut di tepi ranjang, meraih jemari tangan Vero yang terasa dingin, lalu menciuminya dengan penuh pengorbanan dan rintihan memelas. "Vero ... tolong beri saya pengampunan malam ini. Biarkan s

