"Tuan Gavin! Mohon maaf, tapi surat ini tergeletak tepat di atas paket depan gerbang!" seru pengawal tersebut dengan napas terengah-engah, menyerahkan amplop putih berbercak merah yang langsung disambut Gavin dengan rahang mengeras. "Bawa paket itu jauh-jauhi dari area rumah dan periksa seluruh perimeter sekarang juga!" perintah Gavin lantang dengan nada dingin yang tak terbantahkan. Vero yang berdiri di samping suaminya membelalakkan mata, cengkeramannya di lengan Gavin semakin mengerat hingga tangannya gemetar. "Om Sayang ... itu surat apa? Kenapa ada merah-merah begitu? Tolong jangan sembunyiin apa pun lagi dari aku!" "Nggak ada apa-apa, Sayang, cuma gertakan orang gila yang iri sama kebahagiaan kita," bisik Gavin berbohong sehalus mungkin, buru-buru menyembunyikan surat itu ke bali

