Satu persatu email maupun pesan pribadi, menjadi notifikasi utama saat ponsel hitam tersebut menyala. Isinya sama, kurang lebih menanyakan tentang posisinya yang jarang muncul di perusahaan utama. George menarik salah satu sudut bibirnya, dia terus menggulirkan layar ponselnya. Tak jarang pula ada yang menanyakan tentang kekosongan di beberapa posisi penting di perusahaan, salah satunya adalah direktur utama. “Berpikir ulang?” gumam George ketika membaca salah satu pesan. Dia mendengus, sebelum memutuskan untuk memasukkan kembali ponselnya ke saku jas. Ada beberapa pesan yang berhasil mengusik ketenangannya, George memilih duduk bersandar sembari memejamkan mata. “Oh?!” seruan tertahan itu membuat dia kembali membuka mata. Mobil berhenti tepat di sisi jalan, George mengernyit seraya

