"Dengar, Chloe." Chloe tersentak, ketika Alexa menarik tangannya dan memaksa ia untuk duduk. Ekspresi perempuan itu tampak serius, dia terlihat sibuk mencari sesuatu di dalam lemari kecil di sana. Sebuah buku dan pena, kini telah berada di depannya. Chloe mengernyit, melirik pada dua benda tersebut yang berada di atas meja, Kemudian melirik Alexa. "Ada apa? Lalu untuk apa buku dan pena ini?" tanyanya. Alexa memejamkan mata sebentar, lalu membukanya kembali seraya mengembuskan napas pelan. Dia meletakkan kedua tangannya di masing-masing pundak Chloe, meremasnya sedikit dengan ekspresi tak berubah. "Bisa kau tunjukkan padaku seperti apa wajah pria itu?" "Wajah Austin," lanjut Alexa ketika melihat raut wajah bingung Chloe. "Ah, Austin. Untuk apa?" Chloe bertanya balik. Tak berapa lama

