Anak lelaki itu melirik ke kiri dan kanan. Ia melihat situasi. Seakan sedang mengendap-endap seperti para agen rahasia. Kakinya mulai memijak piringan putih yang membawanya ke lantai dasar. Lalu, bersikap wajar ketika satu per satu askar berpapasan dengannya. Sebelum lari ke tempat yang ia tuju, anak muda itu membelokkan diri ke lawan arah yang ia tuju. Masuk ke sebuah ruangan yang sejak tadi mengeluarkan aroma sedap, sampai akhirnya ia berdiri di ambang pintu, menyaksikan para Kawula yang sibuk dengan tugas-tugas mereka di dapur Menara Putih. Hari ini, anak lelaki itu sudah memiliki sebuah rencana dalam kepalanya. Ia bertekad bahwa Ashara akan jatuh ke tangan, bagaimanapun caranya dan apapun konsekuensi yang harus ia tanggung. Sebelum itu, ia ingin bersenang-senang dan mencoba untuk ten

