wanita misterius

1046 Words
Kisah ini berawal dari kepindahan Yanto ke desa melati dan sahabat nya, dewa. Mereka berdua akrab sejak SMA. Yanto memiliki tubuh kurus tinggi sementara dewa bertubuh agak gemuk. Rencananya kami akan tinggal dua bulanan karna ikut paman dewa rombongan memperbaiki jembatan di ujung desa. Untuk sementara kami tinggal di kos milik pak RT bertiga, aku, dewa dan pamannya yang bernama sunar. Dan hari ini adalah hari pertama selesai bekerja tubuhnya terasa lelah tak seperti biasanya. " To, ayo makan dulu! " Ajak dewa yang hanya di timpali anggukan karna sibuk meladeni ponsel. Suara canda pak sunar dan dewa lama- lama tak terdengar membuat yanto curiga. lantas menuju ruang utama, tak ada siapapun. Namun,ia melihat seseorang dari pintu gadis cantik berbaju kebaya ungu dan rok batik selutut, rambutnya panjang tubuhnya semampai dan wajahnya elok. Punggung nya mengendong bakul bambu yang di ikat dengan selendang. Sosok itu tersenyum membuat yanto tak tahan ingin mendekati nya. " Ngapain ngelamun di situ nak? "Tanya pak Rt membuyarkan lamunan yanto. Yanto meringis menimpali pak Rt, " Eh, iya Pak maaf. " " Saya sudah bilang desa ini sakral jadi jangan sembarangan ngelamun ya! " Ucap pak Rt sebelum akhirnya mengayuh ontelnya pergi. Yanto mencari gadis yang tadinya tak jauh berdiri dari jaraknya sudah tiada, ia tersenyum membayangkan cantik rupawan nya sosok itu. * * * Sore ini setelah membangun beberapa tiang jembatan, yanto mendapat giliran untuk masak dan mencuci baju jadi ia kembali lebih awal sementara dewa dan teman lainnya masih sibuk mengobrol. Tak langsung pulang yanto melangkah kan kakinya menuju rumah pak aryo nelayan yang menjual ikan. " Mau kemana mas? " Yanto menoleh dan mendapati perempuan kebaya ungu petang lalu. Sosok itu memang terlihat jauh lebih cantik dari sebelumnya. " Kok diam aja mas? " Tanya nya lagi. Yanto mengeruk lehernya, memalingkan pandangan dari si wanita," Saya mau ke rumah pak aryo mbak." " Sepertinya orang nya gak ada di rumah, mas mampir ke rumah saya . " Ajak wanita itu yang langsung di iyakan yanto, biasanya ia akan menolak jika di tawari ke rumah orang yang belum di kenalnya. Sesampainya di sana ia di suguhi hidangan berupa ikan bakar, ayam bakar dan beberapa makanan enak lainya. " Mas silahkan makan ya, saya ambilkan minum! " Tambahnya berjalan menuju dapur kayu. Rumahnya sederhana namun sedikit luas. "Ini mas, " Ujarnya memberikan segelas air putih. "Oh iya perkenalkan namaku Sinta, nama mas, yanto kan? " " Kok tau? " Tanya yanto di sela menyuap seolah tak bisa berhenti mengunyah makanan yang sangat lezat itu, "masakan kamu enak banget, sin. " " Aku tau nama mas dari orang-orang, kalau mas mau makan masakan ku setiap hari mas harus bersedia tinggal bersama ku, " Mendengar ucapan wanita cantik itu hati yanto berbunga namun ia tetap memikirkan adik dan ibunya di desa. "Kamu memang istri idaman sin, kalau kamu mau nikah sama aku ayo ikut ke desa ku! " Sinta tak menjawab wanita itu berdiri menghadap jendela rumahnya. " Mas hari sudah senja nginap di sini aja ya? " "Gak bisa sin, aku harus masak untuk... " Sinta memotong ucapan yanto, " Aku tinggal di sini sendirian mas, tiap malam aku takut binatang buas. Malam ini aja mas! " Karna iba yanto akhirnya menuruti permintaan Sinta. Hari sudah hampir malam namun suara azan belum terdengar yanto ingin menghubungi dewa namun ia tidak mendapatkan sinyal. Ia duduk di beranda seraya menyesap rokok, netranya memperhatikan sekeliling rumah Sinta, memang berjarak dari desa lokasinya pun tersembunyi di sekelilingnya banyak tumbuhan liar seperti ilalang yang hampir menutup jalan keluar. Tak jauh dari rumah sosok lelaki berpakaian batik memandang nya. Sesekali membenarkan blangkon nya. " Ada apa pak, apa ada yang bisa saya bantu? " Yanto beranjak mendekati pak tua itu. " Kamu harus pergi sebelum dia mengambil mu. " " Dia siapa? " Belum sempat menjawab lelaki tua itu raib, merinding itulah yang di rasakan yanto. Secepatnya ia masuk ke dalam rumah kemudian menutup pintu. Suara riuh orang-orang membuat yanto Tertegun. Ia mengintip lewat jendela kayu sebuah lapangan kecil yang ramai dengan penabuh gendang dan beberapa perempuan cantik menari indah nan gemulai sosok yang paling depan ternyata adalah Sinta. Samar yanto melihat perumahan tak jauh dari keramaian. "Bukanya siang tadi tak ada rumah di sana? " Ia mengusap mata namun tetap saja yang ia lihat tetap sama. Semakin lama Tarian itu semakin panas di ikuti suara cekikikan menyeramkan Sinta. berangsur-angsur wajah cantiknya menjadi busuk. Yanto yang ketakutan langsung berlari keluar menembus ilalang yang seolah manjadi tajam seperti pisau melukai daging nya. "Mas katanya tinggal sama sintaaaa! " Teriak Sinta Sekali lagi yanto melihat pak tua berbaju batik berdiri jauh cekatan ia segera mengejarnya. Suara tangisan membuat yanto terbangun. Dirinya sedang terbaring di atas tikar rotan. Ibu dan adiknya tersenyum gembira melihat yanto siuman. Beberapa orang mengucap alhamdulillah berkali-kali. Dewa memeluk tubuh sahabatnya itu, " Untung kita gak telat to" "Maksud mu apa? " Yanto masih bingung. Lelaki bertubuh jangkung itu tertegun mendapati sosok tua tadi menghampiri nya. "Ini mbah drajat, yang nolong kamu keluar dari desa gaib itu, to. " ‘Sinta bukanlah manusia dia adalah dedemit yang suka mencuri pria pendatang di desa untuk di nikahi, katakan apa kau sudah memakai hidangannya' "I... Iya mbah" "Ciloko.... " Ujarnya lantas memberikan secarik kain putih,"segera kembali ke desa asal mu jangan perna menginjakkan kaki di sini. Jika ku berani datang lagi dedemit itu akan membawa mu. " Sorenya dengan di antar pak sunar dan dewa, ia kembali ke desanya mengunakan mobil pak Rt. Yanto merasa lega namun juga masih takut ibunya bilang sudah dua minggu yanto koma setelah di temukan tergeletak di pinggir hutan. " Jangan lupa selalu baca doa. " Ucap pak Rt mengemudikan mobil. Yanto membaca surat-surat pendek dan ayat kursi. Tangannya menggenggam kain putih yang lama kelamaan berubah menjadi hitam. Dan saat itu juga ia melihat sinta melayang mengejar mobil mereka. " Jangan di liat to, fokus baca doa! " Ucap ibunya yang juga melihat penampakan itu. Sejak saat itu yanto tak pernah menginjakkan kaki di desa melati. Sekarang ia menjadi petani di kampung halaman nya. Kejadian itu ia jadikan pelajaran agar tidak lupa sholat dan berdoa. Dan beberapa bulan kemudian ia mendengar berita salah satu tukang bangunan yang bekerja di proyek sama menghilang. Sedih namun ia bersyukur masih di beri kesempatan bertemu keluarga tercinta.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD