"Eunjiya... pagi ini sangat cerah,bahkan matahari terasa sangat terik, kenapa kau memggunkan pakaian sangat tebal? Apa kau lupa kalau musim dingin sudah berakhir sejak sebulan lalu hah?". Kata kim Nari sambil duduk disebelah Eunji.
"Diamlah..!! Tidak usah cerewet, pakaian ku terlihat lebih baik dibanding pakaian mu yang kekurangan bahan itu". Kata Eunji sambil mengarahkan telunjuknya naik turun ke arah kim Nari.
"Ini Fashion sayang...ayolah mungkin karena kau tidak peka dengan sekeliling mu atau apa, semua gadis yang ada dikelas ini berpakaian sama sepertiku".
"Wahhh... dikelas ini hanya aku yang terlihat normal" kata Eunji tidak percaya melihat sekelilingnya.
"Hey... kau yang tidak normal tau..!! Hari ini Prof. Lee jong seok yang akan membawakan materi".
"Lalu?".
"Tentu saja untuk menarik perhatiannya" kata Kim Nari sambil memeriksa kembali make upnya didepan cermin yang selalu dia bawa kemanapun.
"Aigooo... centil"
"Demi menarik perhatian Prof.Lee apapun akan aku lakukan.
"Sakit jiwa" kata Eunji sambil meletakkan kepalanya di mejanya ber alaskan buku-buku tebalnya.
"Kau yang sakit".
"Sepertinya"
"Jinja?".
"Eo.. aku demam semalam".
"Benarkah?" Kata Kim Nari sambil meletakkan telapak tangannya di dahi Eunji.
"Yaa... kau masih demam bodoh".
"Aku sudah minum Paracetamol , aku sudah lebih baik".
"Calon Dokter macam apa yang membiarkan dirinya sendiri sampai sakit"
"Aku tidak apa-apa bawel"
"Aa.. benarkah? Dengan wajah yang dibuat -buat seolah percaya.
"Mmm"
"Aku juga calon Dokter kalau kau lupa. Dengan wajah seperti kapas ini kau bilang tidak apa-apa yang benar saja Eunjiya".
"Chaamm... ye ye ye ". Kata Eunji sambil memutar kepalanya menghadap ke arah lain menghindari tatapan Nari yang seolah akan mencabik-cabik dirinya.
"Pulang saja, istirahatlah".
"Kau gila, kau ingin aku mengulang semester depan? Atau Beasiswaku dicabut?". Kata Eunji malas.
"Aa.. Benar juga.. maaf". Kata kim Nari sambil menepuk jidatnya.
"Dikelas ini hanya aku Mahasiswi kedokteran bermodalkan Beasiwswa. Kalau sampai dicabut...... Dapat salam dari cita-citaku jadi Dokter masa depan". Kata Eunji Sendu.
Kelas menjadi riuh saat Prof. Lee datang dengan senyuman yang menawan. Semua gadis yang ada dikels menjadi salah tingkah saat melihat wajah rupawan Prof. Lee. Bagaimana tidak tampan,baik hati, ramah,dan kaya tentunya. Menjadi set lengkap yang di idam-idamka para wanita. Kecuali Eunji, baginya cita-citanya adalah impian yang ia idam-idamkan. Disaat semua gadis sibuk mencari perhatian Prof.Lee. Eunji sedanh sibuk mencoba mencerna materi yang dijelaskan Prof.Lee. Jujur saja keadaan Euji saat ini sedang tidak baik-baik saja. Tulang-tulangnya terasa ngilu disekujur tubuhnya,bahkan dudukpun terasa tak nyaman,seolah ratusan jarum menusuk-nusuk kepalanya. Ujung kaki dan telapak tanganya terasa sangat dingin padahal dia sudah mengenakan pakaian tebal, kening Eunji penuh peluh menahan sakit. Namun masih mencoba fokus pada pelajarannya.
Prof. Lee. Memperhatikan Eunji sedari pertama masuk kelas tadi, pakaian Eunji terlihat mencolok dibanding yang lain,walaupun sebenarnya hanya dia yang terlihat biasa-biasa saja. Dia menggunakan pakaian lengkap dari ujung kaki hingga ujung kepala. menggunakan sepatu kets saat yang lain menggunakan high heels,menggunakan jeans saat yang lain menggunakan rok mini,menggunakan sweater saat yang lain menggunakan baju kekurangan bahan, menggunakan shall saat yang lain menggunakan kalung dan aksesoris lain. Prof. Lee tersenyum simpul merasa lucu.
Saat semuanya sibuk mengerjakan tugas Prof. Lee diam-diam memperhatikan Eunji yang kadang terlihat duduk tidak nyaman sambil membuang nafas berat,kadang mengerutkan dahi sambil menggit kecil bibirnya,kadang menghapus peluh didahinya.
" Lee Eunji" panggil Prof. Lee yang sontak membuat semua orang menatap ke arah Eunji.
"Kau tidak apa-apa? Dari tadi kau terlihat gelisah".
"Ne?... aah Iya Prof. Aku baik-baik saja". Kata Eunji yang bingung mendapat pertanyaan mendadak.
Semua gadis menatap iri ke arah Enji. Kim Nari menyenggol tangan Eunji dengan sikunya sambil mengatakan "OH MY GOD" hanya dengab gerakan bibir saja. Yang ditanggapi dengan gelengan jengah dari Eunji.
Aku berharap kelas pagi ini cepat berakhir...