Eunji Pov...
Kuliah pagi,bekerja direstoran disiang hari,dan di minimarket saat malam hari. Itu adalah hari-hari sibuk yang menyenangkan untuk dilalui,tapi sekarang aku harus mengubah jadwalku untuk melunasi hutang yang sepertinya tidak ku lakukan tapi aku melakukanya. Yaa ini adalah akibat dari kecerobohanku yangembuat hidupku semakin sulit rasanya. Ah tidak tidak, aku tidak boleh mengeluh karena aku di ajarkan untuk selalu.bertanggung jawab atas perbuatan yang aku lakukan,ini adalah konsekuensi dari kecerobohanku,dan aku berharap ini adalah kecerobohan yang terakhir kali kulakukan dalam hidupku.
Kuliah pagi+restoran+menjadi pembantu (untuk sementara waktu)+minimarket. Itu adalah jadwalku mulai hari ini hingga setahun kedepan. Beruntung aku masih semester awal jado aku masih bisa bernafas lega.
Kuputuskan untuk memangkas jam kerjaku di restoran,biasanya aku akan pulang jam 08.00 malam dan kimi menjadi jam 06.00 sore. Beruntung bos mengizinkan ku dengan alasan jadwal kuliahku menjadi semakin padat. Tentu saja aku berbohong hahaha...
Kucari alamat yang tertera di sebuah kartu nama yang kupegang,sebuah rumah dengan pagar besi tinggi dikawasan elit. Kutekan bell
Ding...Dong...
"Siapa?" Tanya sebuah suara di intercom
"Lee Eunji mahasiswi kedokteran yang kini merangkap sebagai pembantu rumah tangga"kataku
"Masuk" katanya singkat dan pintu gerbang mulai terbuka.
"Wuaahhh.... besar sekali rumah ini"gumamku sambil berjalan masuk.
Rumah dengan halaman yang sangat luas,tanaman yang ditata sedemikian apik dan desain interior yang membrikan kesan modern dan classic secara bersamaan, membuatku tidak bisa berhenti berdecak kagum. Sangat cantik dan memberi kesan nyaman menurutku.
Pintu terbuka dan kulihat Ahjussi yang kemarin hampir menabrak ku, dia terlihat sangat santai dengan menggunakan kaos oblong putih dan celana pendek hitam longgar. Tampan fikirku tapi sayang sangat dingin tidak ada ramah-ramahnya sama sekali. Dia berjalan mendahuluiku sambil memasukkan tangannya dikantong celana.
"Kau hanya perlu membersihkan rumah..."
"Tunggu dulu..."potongku
"Kenapa?"
"Ahjussi... bisakah kau memberiku segelas air sebelum membahas pekerjaanku sebagai pembantu dirumahmu"kataku datar
"Aaa... aku lupa,duduklah"katanya sambil menunjuk ke arah sofa dan pergi ke arah dapur.
"Ini.. minumlah" lalu duduk di arah yang berlawanan denganku.
"Baiklah.. sekarang katakan apa pekerjaanku".kataku setelah mengenggak habis air minum dan.meletakkan gelas kosong di atas meja.
"Seperti yang sudah kukatakan tadi,kau hanya perlu membersihkan rumah,mencuci pakaian dan menyiapkan makan malam untukku,dan aku ingin kau menungguku pulang sebelum meninggalkan rumah".
"Maksudmu aku tidak bisa pulang sebelum kau pulang begitu?"
"Yes"
"Kenapa?"
"Aku tidak suka makan sendirian"
"Wahh... kau kan bisa memanggil teman perempuanmu Ahjussi"
"Aku tidak suka di bantah dan aku tidak menerima penolakan"
"Tapi.."
"Disini yang berhutang adalah kau Nona,sekedar mengingatkan. Dan itu adalah kewajibamu utuk bErtanggung jawab dengan catatan sesuai dengan ketentuanku. Atau kau ingin menyelesaikannya dengan jalan hukum? Aku tidak keberatan".
"Baiklah.. baiklah, tapi ahjussi aku harus bekerja di minimarket sift malam".
"Aku pulang paling lambat jam 10.00 malam. Jika aku pulang lewat dari jam itu kau bisa meninggalkan rumah. Bagaimana? Deal?"
"Aku ingin kontrak tertulis untuk perjanjian ini.Oke Deal" kataku sambil mengulurkan tangan.
"Tentu saja"katanya sambil menjabat tanganku.
Seo Joon Pov...
Datanglah besok, aku ingin kau mulai bekerja besok.setelah menandatangani kontrak yang telah kubuat dia pamit pulang. Kenapa dia bekerja sekeras itu? Bukankah dia siswi kedokteran? Harusnya dia belajar lebih giat dibanding harus bekerja untuk mendapatkan uang. Kugelengkan kepalaku mengusir fikiran-fiiran yang mengganggu. Bukan urusanku kenapa aku harus pusing.