Sarapan kali ini benar-benar semua rasa bercampur menjadi satu. Rasa bahagia, sedih, marah dan kecewa semuanya ada karena mereka tidak menyangka bahwa Noah akan pergi ke luar negeri itu. Bahkan tak hanya Noah aja tapi mereka juga harus kehilangan Mahen yang akan kuliah di luar juga. Kesedihan masih terlihat jelas di mata Lovina yang tadi malam tak berhenti menangis. Ia tidak bisa pura-pura kuat disaat yang seperti ini. Mereka semua rapuh di saat yang bersamaan karena kehilangan seseorang yang sangat amat mereka sayangi. Entah lah mereka memang tidak bisa jika harus berpura-pura bahagia saat hati mereka sedang penuh luka dan tangisan. "Sayang, sekali lagi maafin aku ya. Aku sama sekali ga ada maksud buat kamu jadi sedih kayak gini tapi kayaknya ga bisa ya. Karena faktanya aku ninggalin ka

