Ingkar Janji

933 Words
Pov Herman Perasaan Hermanpun tak menentu, Dia merasa bersalah terhadap Istri dan kedua Anaknya. Bayangkan saja, berangkatnya pagi-pagi dan sekarang hampir jam delapan malam, tapi masih dalam perjalanan menuju rumah mertuanya. Padahal seharusnya, sore tadi Dia harus sudah pulang ke rumah mertuanya. Dia merasa bersalah atas janji kepada Anaknya untuk mengajak makan di restoran siap saji. Tapi sayang, janjinya tersebut tidak di tepati, termasuk kepada Istrinya. Padahal tadi pagi sebelum berangkat ke pemancingan, Istrinya sudah berpesan, jangan sampai pulang terlalu sore, supaya bisa pulang ke rumahnya lebih cepat. Tetapi kenyataannya, Herman malah pulang larut malam. Apalagi dari siang sampai menjelang Isya, Dia mematikan handponenya dengan sengaja. Jadi wajar saja jika Istrinya tersebut akan marah dan kesal atas kelakuannya. Dan sekarang gantian, nomor Handpone Istri dan mertuanya tidak bisa di hubungi alias tidak aktif. Sekarang mau tidak mau, Dia harus segera sampai di rumah mertuanya. Pasalnya Dia tidak tahu, apakah Istri dan kedua Anaknya masih di sana, atau sudah pulang di antarkan oleh Bapak mertuanya. Jam digital di mobilnya sudah menunjukan pukul 20.15 wib, sementara jarak untuk sampai ke rumah mertuanya tersebut, kurang lebih sekitar 5 kilometer lagi jika dilihat dengan menggunakan gps. Handpone Herman berbunyi, karena Dia tidak ingin kejadian tadi pagi, saat mau berangkat memancing terulang kembali, gara-gara tidak fokus karena memainkan ponselnya sambil mengemudi, Diapun akhirnya mencoba untuk menepi terlebih dahulu. Beruntung saja Istrinya yang menghubunginya, sehingga dia pada akhirnya bisa mendapatkan informasi. Hanya saja, Dia belum memiliki alasan untuk kesalahan yang di lakukannya hari ini, jika Istrinya menanyakanya seharian ini. Sehingga Mau tidak mau Herman harus punya alasan agar Istrinya tidak marah ataupun curiga. Bukan laki-laki Namanya, jika Herman tidak dapat menemukan jalan keluar atas kebohongannya. Benar kata pepatah, “jika Orang sudah berbohong di depan, maka Dia akan berbohong lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya” “Assalamualaikum, Mas lagi di mana? Kenapa handponenya dari siang tidak aktif?” tanya istriku “Wa alaikum’sallam. Ini masih di jalan,Dek. MUngkin sekitar sepuluh menitan lagi Aku sampai di rumah Ibu, ya.”jawabku. “Eh, Mas enggak usah ke rumah Ibu, nanti langsung pulang ke rumah saja. Aku dan Anak-anak sudah di rumah tadi dari sehabis magrib, sudah di antar sama Bapak dan Ibu. Soalnya Anak-anak rewel, pada minta pulang, nunggu kamu lama.” keluhnya “Tadi baterainya habis, Aku tadi lupa enggak bawa charger, baru di charge pas mau pulang. Terus pas Aku hubungi nomor kamu dan nomor Ibu pun, tidak aktif.” Herman berdalih pada Istrinya. Padahal sudah jelas-jelas, Handponenya sengaja di matikan, sekarang ngomong sama Istrinya, baterai handponenya low-bat.Herman, Herman....Alasannya klasik. “Tadi kamu dari mana saja sih, Mas?. Anak-anak dari siang nanyain kamu terus, katanya kamu sudah janji, mau ngajak mereka makan di luar?, tahu enggak Mas, saking Si Abang menginginkan agar bisa main dan makan di luar bareng Ayahnya, Aku di suruh menghubungi kamu."keluh Istriku. "Sudah tak terhitung lagi, berapa kali Aku hubungi nomormu, tapi tidak aktif. Sampai- sampai si Abang (Anak yang paling besar ), penasaran dan tidak percaya jika nomor handpone mu tidak dapat di hubungi, lalu Dia meminjam handpone Neneknya untuk menelepon kamu. Setelah Dia menghubungi sendiri nomor kamu dan tidak aktif, baru Dia percaya.”sambung Istriku. ‘Ya Allah, seharusnya tadi Aku langsung pulang saja, setelah selesai mancing. Seandainya tadi Aku langsung pulang tidak jalan untuk makan bareng si Alya, mungkin kedua Anakku akan Bahagia bisa jalan keluar dan makan di tempat yang di mau. Benar juga tadi saran si Alya, seandainya saja, tadi siang tidak pergi makan di luar, mungkin semua ini tidak terjadi. Maafkan Ayah ya Abang dan Dede, nanti Ayah tepatin janjinya ya.’batinku. “Oh iya, tadi Aku mancing pas adzan Magrib, habis itu teman-teman Mas, ngajak ngopi dulu ke Kota Bogor. Sehingga mau mas tolakpun, jadi tidak enak, karena semuanya pada ikutan, akhirnya Mas pun ikutan. Iya sih,tadi salahnya Aku, enggak kasih kabar dulu, kalau mau pulang malam. Maafin Aku ya, Dek.” ucapku, sedikit berbohong. 'Aku tidak ingin Istriku kecewa, jika Aku berterus terang, bahwa Aku sebeanrnya selesai dari pemancingan habis Dzuhur, tapi masa iya Aku terus terang kalau habis makan siang sama si Alya.Itu sama saja, menyerah atau bunuh diri.'gumamku. “Ya sudah, terus sekarang sudah sampai mana, kamu bawa kunci rumah, kan?.”tanya Istriku. “Ini enggak jauh dari rumah Ibu kok. Kunci rumah di mobil kan masih ada satu lagi.Kamu Istirahat saja, tidur duluan tidak apa-apa, enggak usah nungguin Aku, nanti kamu kelelahan.” saranku padanya. “Hati-hati di jalannya, jangan ngebut ya, selalu gunakan safety belt nya, ya, Mas.” pesan Istriku, agar Aku tetap memperhatikan keselamatan. “Iya sayang, makasih ya. Kamu juga hati-hati di rumah, istirahat ya. Assalamualaikum.” ucapku “Wa alaikum’salam.”jawabnya Hermanpun, kemudian melanjutkan kembali perjalanannya, namun tidak ke arah rumah mertuanya, melainkan berbelok arah langsung menuju tol Bintaro. Karena satu-satunya jalan agar lebih cepat sampai jika dilihat dari maps, adalah melalui Tol. Nah, gerbang Tol Bintaro lah satu-satunya yang paling terdekat dari posisi dia berhenti saat ini. Sungguh beruntung sekali sebenarnya bagi Herman, ketika Dia memiliki seorang Istri seperti Rahma. Selain cantik, Rahma juga termasuk istri yang pengertian, setia, penyabar dan tidak pemarah. Bayangkan saja, Istrinya selama ini selalu percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Herman, walapun terkadang sesekali, Hermanpun pernah di cemburui ataupun di curigai oleh Istrinya. Tapi semua itu memang naluri sebagai Istri, ketika Dia sayang dengan pasangannya, maka Dia tidak ingin pasangannya berbuat macam-macam dan ada perempuan lain yang macam-macam. “Rahma,kamu memang Istriku yang sempurna, yang belum tentu pria lain memilik Istri seperti mu.”pujiku dalam hati
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD