Part 79

1198 Words

Jeong Guk masih menatap sang pujaan hati yang belum juga siuman. Nenek Samin belum memenuhi permintaannya. Pedang perak di tangan kanan Jeong Guk memancarkan cahaya membuat pria itu tersadar dari lamunan. Beberapa saat lalu sang nenek memberikan senjata dewa langit kepadanya untuk bisa membasmi siluman jahat. Dia bilang, jika pedang itu memunculkan cahaya, berarti ada siluman jahat di sekitar sana. Itu sudah seperti pertanda dia harus menjalankan tugas. Jeong Guk mengabaikan panggilan tugasnya. Dia berjalan mendekati Airin. Tangan pria itu terulur untuk mengusap lembut pipi wanita itu. "Segeralah sembuh, Sayang. Dan lupakan aku, ya." Jeong Guk merendahkan kepalanya, lalu mencium kening wanita itu. Tetes air mata jatuh membasahi pipi Airin, Jeong Guk menjatuhkan kecupan di bibir wanitan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD