Part 84

1142 Words

Jeong Guk melangkah lesu. Bayangan bagaimana Hansol dan Airin berciuman membuat hatinya terus menjerit sakit. Apa dia menyesal dengan keputusannya meminta agar Airin melupakannya? Mungkin saja. Lelah dengan segala pikirannya, Jeong Guk melompat ke atap rumah. Dia pun menghilang dan muncul kembali di atas jembatan sungai Han. Tak ada yang bisa melihatnya sebab dia tak memunculkan dirinya. Mata Jeong Guk menatap bagaimana Seoul berkembang dengan begitu pesat. Lama dia berdiri di sana dan merenungi segalanya, sampai kemudian dia mendengar suara seseorang. Pria itu menoleh. "Kau bisa melihatku?" tanyanya kepada gadis kecil berseragam sekolah yang kini berdiri menatapnya. "Tentu saja." Anak itu melangkah mendekat. "Kau pikir hanya kau siluman di daerah ini?" "Jangan katakan bahwa kau silu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD