Tidak lama kemudian, Kian menyusul istrinya yang sedang duduk di ujung kasur dengan ekspresi wajah yang jelas menunjukkan kekecewaan mendalam. "Ashley, apa yang Mama katakan tadi, jangan dimasukkan ke dalam hati!" ujar Kian dengan nada memohon, suaranya bergetar sedikit karena rasa bersalah. Ashley menoleh perlahan,"Mana mungkin aku tidak memasukkannya ke hati, Kian?" katanya tegas. "Sebagai orang tua, Mama masih saja menyalahkanku meski sudah tahu anaknya yang bersalah. Kian Hernandez," Ashley menarik napas panjang sebelum melanjutkan, "rumah tangga kita akan hancur kalau Mamamu masih ikut campur. Aku sudah kecewa denganmu. Dan jangan sampai Mamamu ikut-ikutan menjadi batu api." Kian mendekati istrinya, lalu berjongkok di depannya, menatap mata Ashley dengan penuh penyesalan. "Iya, ak

