Ruang makan. Seperti biasa, Ashley dan Kian duduk berhadapan menikmati makan malam bersama. Suasana hening menyelimuti mereka. Ashley tampak diam, matanya tertunduk ke arah piring, ia berusaha menahan emosinya yang hampir meledak. "Honey, apakah kamu tidak sehat? Kamu hanya diam sejak tadi?" tanya Kian, nada suaranya terdengar khawatir meski ada sedikit ketidaksabaran yang tersembunyi. Ashley mengangkat wajahnya perlahan. Matanya tajam, namun suaranya terdengar tenang ketika ia berkata, "Kian, apakah kamu mencintaiku?" Kian tersenyum kecil, mencoba mencairkan suasana yang dingin. "Iya, tentu saja," jawabnya dengan lembut. Ashley tetap menatapnya, kali ini dengan sorot mata yang penuh dengan makna tersembunyi. "Apa kamu bisa memberitahuku, apakah arti kesetiaan?" tanyanya, suaranya ter

