*Happy Reading* "Mama sama Papa ngapain? Kok, saling maen bibir??" Degh! Seketika aku pun tersentak, refleks mendorong d**a bidang si papah dan menjauh, saat suara cempreng nan polos itu terdengar Mampus! Gue tercyduk, pemirsah! "Ti-Tita?" gumamku dengan kikuk, saat akhirnya melihat keberadaan Tita di sana. Aku malu! Demi apa? Bisa-bisanya aku menanggapi kegilaan si papah dan keenakan. Sampai tercyduk seperti ini pula. Kan, aku jadi pengen pulang kampung kalau begini. "Eh ... Tita ... itu ... itu ..." "Papa abis makan permen, ya, Makanya bibirnya diemutin Mama? Kok, Tita gak dibagi?" Ya salam! Harus bagaimana ini jelasinnya? Kan, gak mungkin aku jelasin detail. Belum waktunya buat Tita. Cukup Bella aja yang dewasa sebelum waktunya. Tita gak usah! "Bu--" "Bukan Papa yang abi

