*Happy Reading* "Apa?!" Mendengar nyawa kakakku terancam. Seketika emosiku pun tersulut kembali. Wanita b******k! Medusa! Mak lampir! Setan! Sialan! Dan berbagai titel lainnya, yang menggambarkan wanita jahat bermunculan di otakku, seiring emosi yang kembali naik. Jika kalian ingin menambahkan. Silahkan! Aku persilahkan dengan senang hati. "Jadi wanita itu belum kapok? Kenapa? Memangnya Pak Aksa tidak memberi hukuman waktu itu, agar mereka jera?" Selanjutkan, aku pun mencecar Pak Vino. Mengejar penjelasan lebih lanjut. "Tentu saja sudah." Pak Vino menjawab cepat demi menenangkan aku. "Papa mencabut jabatan Kak Alvin di kantor pusat, dan mengirimnya ke cabang perusahaan kecil di luar kota. Itulah kenapa, Diana bisa menjalani kehamilannya lebih tenang bersama saya dan Joyce di

