Part 76

1098 Words

*Happy Reading* Aku masih tidak ingin percaya kenyataan yang sedang aku jalani saat ini. Demi Tuhan. Meski aku turut memandikan jenasahnya tadi pagi, Mengiringi jalannya menuju peristirahatan terakhir, bahkan kini tengah menabur bunga di atas gundukan tanah yang masih basah dengan nisan yang tercetak jelas namanya. Dalam hati, aku masih berharap ini hanya mimpi belaka. Mimpi buruk yang akan usai saat aku membuka mata nanti. Siapa pun, tolong bangunkan aku segera. Aku tidak ingin menjalani semuanya lagi. Aku ingin segera bangun, dan melihat jika semua baik-baik saja. Tolong, tolong bangunkan aku. Aku sudah tidak kuat. "Nur, gue duluan, ya? Quenee ingin minum asi. Lo jangan lama-lama di sini." Intan menepuk bahuku, meminta atensiku saat berpamitan. Namun, itu tak serta merta membuat kea

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD