*Happy Reading* "Ka-kamu ... tahu ... dari mana semua itu?" Setelah sekian menit menegang kaku karena syok. Akhirnya Papa pun kembali bersuara. "Tidak penting aku tahu dari mana. Yang jelas, apa yang aku bilang barusan, bener kan?" Papa tidak langsung menjawab. Masih menegang dengan mulut yang kadang terbuka, lalu tertutup lagi seperti ragu untuk bicara. Sepertinya Papa masih diliputi rasa syok akan penuturanku beberapa saat lalu. "Bener kan, Pa?" Namun, aku tak ingin melepaskannya kali ini. Karena aku rasa memang sudah saatnya aku tahu semua yang beliau sembunyikan selama ini. Aku sudah dewasa sekarang. Aku pasti bisa lebih mengerti keadaan saat ini. Papa menghela napas panjang penuh beban akhirnya. Sebelum mengusap wajah yang mulai menua, dan menatapku lekat seakan belum siap

