Part 39

1056 Words

*Happy Reading* "Wah, ternyata kamu!" Aku yang sebenarnya masih sangat kesal dengan kelakuan si papah--yang meninggalkanku begitu saja karena sebuah telepon. Sontak menoleh ke arah samping, saat seruan itu terdengar runguku. Jonathan! Masih ingat? Iya, dia si brondong manis. Pria itu ternyata yang baru saja berseru mengintrupsi kekesalanku pada si papah. "Lo? Ngapain lo di sini?" sahutku galak seperti biasanya. Bukannya marah atau kesal dengan tanggapanku. Pria itu malah tersenyum manis, lalu membuka kaca mata hitam yang dia kenakan sebelum duduk begitu saja di sebelahku. "Galak banget sih calon ayang. Padahal kita udah gak ketemu lama, loh. Gak kangen apa, yang?" Gak nyambung! Aku nanya apa, di jawabnya apa. Ya ... begitulah Jonathan. "Ngapain gue kangen? Hidup gue malah tent

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD