Part 18

1053 Words

*Happy reading* Aku terus melangkah mundur, seiring mendekatnya langkah pelaku penusukan Pak Aksa padaku. Tatapan tajamnya membuat aku menelan saliva kelat, dengan tubuh bergetar dan jantung yang benar-benar bertalu cepat. Aku tidak tahu harus berbuat apa, dan bagaimana saat ini? Jika aku lari, bagaimana dengan Pak Aksa? Tapi tetap di sini pun, bukan pilihan yang bagus. Aku bisa mati konyol di tangan orang itu! Sialan! Kenapa sih, aku harus terjebak di situasi seperti ini? Kan, aku jadi serba salah. Rasanya kayak ada di film warkop jaman dulu. Maju, kena. Mundur, mentok! Aduh ... Pak Aksa, kenapa sih, situ bikin aku serba salah mulu?! "Devia, lari!" seru Pak Aksa yang terlihat berusaha berdiri lagi dengan susah payah di tempatnya. Setelah sempat tersungkur beberapa saat lalu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD