*Happy Reading* Duda Sableng [Devia kamu jadi ke sini? Kata salah satu pelayan di sana, kamu pergi sama asisten kamu sekitar satu jam yang lalu. Kenapa belum sampai? Macet? Atau ada masalah?] Aku hanya melirik dengan malas chat yang baru masuk tersebut, tanpa berniat membalasnya sama sekali. Menghela napas panjang satu kali, aku mengembalikan pandangan pada luar jendela apartemen yang sudah memasuki sore. Saat ini, aku telah kembali ke apartemenku sendiri, setelah meminta Lika datang menjemput. Setelah itu, menyendiri di kamar mencerna semuanya lebih baik lagi. Pikiran dan hatiku masih sangat kacau sekali. Tidak tahu harus berbuat apa setelah mengetahui beberapa kenyataan baru dari Diary kak Diana. Selama ini, aku kira aku sudah mandiri dan tidak butuh bantuan orang lain lagi untuk

