Part 14

1105 Words

*Happy reading* Akibat kabar dari Tita, malam itu aku pun sukses tidak bisa tidur memikirkan Pak Aksa yang katanya demam gara-gara kehujanan. Bukan aku sudah mulai care atau ada hati pada pria itu. Tetapi ... oh ayolah, secara gak langsung aku penyebab dia sakit, lho. Karena aku yang membuatnya jadi hujan-hujanan hari itu. Jadi ... aku hanya ... ya ... merasa bersalah saja padanya. Hanya itu. Jadi, gak usah banyak berharap, okeh! Kecuali kalian bisa rayu author, mungkin aku bisa menjadikan harapan kalian jadi kenyataan. "Wih ... muka lo kenapa, Nur? Kecut banget kek keteknya Mak Kanjeng," sindir Nyonya Ammar saat berkunjung ke Apartemen. Dia pasti lagi gabut di toko donat. Makanya mampir ke mari mau rusuhin aku, atau menguras isi kulkas di dapur. Ah, udah biasa aku mah di rampok Ny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD