Mobil melaju dengan tenang, tetapi Daisy yang ada di dalam mobil itu terlihat tegang. Dadanya berdegup kencang saat mendengar pertanyaan Daniel. Untung saja ia bisa menghindar dengan pura-pura tak tahu. "Haha, saya cuma bercanda. Nggak usah tegang gitu!" Daniel berusaha mencairkan suasana. "Hehe, saya tau Bapak bercanda," sahut Daisy tersenyum kaku seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Daisy menguap beberapa kali karena memang ia sudah sangat mengantuk, apalagi jam sudah larut malam. "Tidur aja, entar saya bangunin!" Daniel melirik gadis yang duduk di sampingnya itu. "Nggak, Pak. Nggak lama lagi nyampe." Mana berani Daisy tidur di saat bossnya sendiri menyetir. Nyatanya mulut dan mata tak bisa diajak kerjasama. Daisy malah terlelap karena kelelahan. Satu minggu full den

