"Ketemu saya, Pak?" ulang Diasy sekali lagi. Bukan apa, wanita itu masih ingat bagaimana ibu dari bossnya tersebut menatap dirinya dengan rendah. "Iya, kenapa?" Daisy menarik napas sedalam mungkin. Sebenarnya ia tidak mau, tetapi tidak enak untuk menolak karena ini perintah bossnya. "Kamu keberatan?" Daniel seolah bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran sekertarisnya itu. Daisy membalas dengan anggukan kepala. "Kamu tenang aja. Semua akan baik-baik aja," ucap Daniel menenangkan. "Mau makan sesuatu?" Daisy, sedikit terkejut dengan bossnya hari ini. Lelaki yang selalu dingin dan kadang suka memberi tugas di luar nalar, tetapi tiba-tiba bersikap hangat dan baik. "Nggak, Pak." Daisy menggeleng. "Saya lanjut kerja dulu!" Wanita itu membungkuk hormat. Daniel mengangguk dengan hel

