Daniel mengigit bibir bawahnya tampak tak tenang. Beberapa kali dia meneriaki Jack yang membawa mobil sangat pelan. Dadanya berdebar kian kencang, sementara tanpa sadar air mata menetes membasahi pipinya. "Kenapa kamu nggak mau jujur, Sy?" Daniel yakin bahwa Daisy mengenal dirinya sebelum mereka benar-benar bertemu. "Andai saya tahu, kamu perempuan malam itu, saya nggak mungkin mengabaikan kamu seperti ini!" ucapnya terdengar penuh penyesalan. Daniel menyesal karena tidak tahu dari awal bahwa sekertarisnya adalah wanita yang dia cari selama ini. "Jack, apa kamu bisa lebih cepat?!" desak Daniel beberapa kali terlihat menggeser posisi duduknya. "Ba-baik, Tuan," jawab Jack. Tak pernah Jack melihat Daniel sepanik ini dalam hidupnya. Bastian mengotak-atik ponselnya. Sejak tadi sang sek

