Lia terduduk bersimbah air mata yang membasahi pipi cantiknya. Mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Evan seolah membuat ia sadar bahwa sampai kapanpun tidak akan bisa menggapai cinta suaminya itu. "Lia!" Sofia memeluk menantunya itu. "Maafkan Evan, ya," pintanya. Sofia benar-benar geram dengan sikap putranya tersebut. Tak ubahnya Evan memang selalu membandingkan Lia dengan Daisy. Istri mana yang takkan sakit saat dibandingkan dengan wanita lain. Begitu juga dengan Lia, dadanya bagai tertusuk ribuan pisau tajam hingga teriris menciptakan luka yang dalam. Namun, entah kenapa ia tidak bisa membenci Evan, seperti yang lelaki itu lakukan padanya? Bagi, Lia bisa menikah dengan Evan adalah salah satu impiannya yang sudah terwujud. "Sakit banget, Ma," jerit Lia memegang dadanya. "Aku c

